Meraih Kebahagiaan

Mengutip dari kalimat Warren Buffet, investor dan businessman terbesar dunia "saya tidak akan pensiun dari pekerjaan saya karena ini adalah sesuatu yang saya sukai" kata dia. berbahagialah orang yang bisa mengatakan hal itu. ada beberapa orang yang bingung dengan hidupnya, dan mereka hanya mengikuti arus saja. jangankan memprioritaskan kebahagiaan hidup, beban yang terlalu banyak menutup rasa bahagia itu sehingga tidak lagi terpikirkan. seperti halnya barang favorit kita terselip di antara ribuan tumpukan barang. mau mencari saja malas,jadi mendingan tidak usah dipikirkan, masih banyak pekerjaan lain yang lebih penting.


ada cerita menarik ketika saya menonton Oprah Winfrey Show di Metro TV. sudah lama, kira-kira tahun lalu. Menceritakan tentang seorang wanita karier yang memiliki jabatan tinggi di sebuah bank. diceritakan disitu, posisi yang dia duduki menghasilkan banyak uang dan menjadi incaran orang-orang perintis karir(saya tidak ingat apa posisi jabatannya di bank itu, kemungkinan dia menjadi risk analyst). di tengah kesuksesan dan kesibukan karirnya itu, dia merasa sangat kosong. dia tidak menemukan kebahagiaan dalam hidupnya, hanya rasa lelah dan cape. dalam hati dia menjerit "bukan ini yang saya inginkan dalam hidup!!" setelah mempertimbangkan dengan matang, dan berhadapan dengan apa yang disebut konflik bathin. dia memutuskan keluar dari jabatan itu dan menjadi seorang akrobat sirkus (di oprah show juga dia menampilkan kepiawaiannya bergelantungan di atas tali dan berakrobat dengan seksi...). saat diwawancarai dia kelihatan bahagia sekali. dia berkata "saya sangat menyukai pekerjaan ini". meski penghasilannya berkurang sampai 90%, dia tidak menyesalinya. "saya tidak akan menukar kebahagiaan hidup saya dengan apa pun".

pesan gak pake moral:
"keputusan yang kamu ambil mungkin beresiko, tapi lebih beresiko lagi jika kamu tidak mengambilnya" (bagi yang kepengin putus ma pacar boleh juga ni pesan ditulis. hehehehe)

tambahan:
seseorang yang sangat dekat dengan saya memutuskan berhenti kuliah. padahal bisa dikatakan dia masuk jurusan mumet universitas terkemuka di Indonesia (paling engga ni universitas masih masuk peringkat nomor 300 dunia lah). sampai saat ini saya masih bingung, apa pesan di atas boleh dipegang ama dia? (aduh bang, tau gitu dulu ga usah daftar kuliah, masih banyak anak yang punya niat dan semangat kuliah untuk menempati bangkumu).

NB:
hal menarik juga saya lihat waktu menonton film Honey yang dibintangi Jessica Alba, ketika ada orang menanyakan kenapa dia memilih bekerja sebagai seorang penari,lalu dijawab bahwa menari bukanlah pekerjaannya, tetapi hidupnya. mengharukan...
bahagia bener orang yang berhasil mendapatkan kebahagiaan seperti ini.
saya sendiri dari kecil sudah merasa ditekan. sejak kelas 1 SD saya harus ikut kurikulum. hari senin mata pelajarannya ini itu, selasa itu ini, rabu kamis jumat itu itu saja... diulang lagi. ga kaya anak SD yang saya baca di buku Toto chan (jepang). mereka dibebasin belajar apa aja. belajarnya di alam (baca: luar kelas) dan terserah sesuai hobi.yang suka gambar, boleh corat coret. yang suka fisika, boleh praktek ini itu. banyak deh, dan... menyenangkan deh)
malang bener aku ni, dari dulu dah diatur kaya robot.

2 comments:

andreas said...

"keputusan yang kamu ambil mungkin beresiko, tapi lebih beresiko lagi jika kamu tidak mengambilnya".
hoki dewi fortuna harus memihak juga tuh...
"sejak kelas 1 SD saya harus ikut kurikulum. hari senin mata pelajarannya ini itu, selasa itu ini, rabu kamis jumat itu itu saja".
"semua anak indonesia adalah robot..."

Genoc da Boom said...

@andreas: tmbahan bagus, faktor luck..
iya nih, jd robot bernyawa..

Post a Comment

thanks for adding comment. cheers...
-Geno-