Si Kaya yang Biasa-Biasa Saja

sabtu malam kemarin saya nonton acara biography di metro TV. kali ini bercerita tentang Warren Buffet, investor terbesar, sekaligus orang paling kaya di dunia yang lahir pada tahun 1930. tapi saya tidak akan bercerita tentang biografinya.

yang menarik dari seorang Buffet adalah, bahwa dia tak seperti orang kaya pada umumnya. hidupnya sederhana, tak punya kapal pesiar, mobilnya tak berentetan dan bukan merk konglomerat, baju-bajunya hanya baju kelas 2,yang dia bilang baju itu dijahit oleh penjahit tak terkenal, dan dia masih sangat menyukai uang receh. "itu karena saya tahu bagaimana rasanya menjadi orang miskin", kata Buffet.

Buffet, satu2nya anak laki2 dari tiga bersaudara, sejak umur 6 tahun sudah hobi berbisnis. saat itu ia membeli dan mengumpulkan botol-botol minuman untuk dijual kembali. lumayan, modal kembali dengan keuntungan 20%.waktu usia belasan, dia menjadi loper koran washington Post, kini dia menjadi pemilik saham Washington Post.

di usia 21, dia jatuh cinta dengan Susan Thompson, teman adiknya. Susan saat itu menjadi presiden kampus di universitasnya, sebuah jabatan yang sangat wah. cara buffet mendekati susan sedikit aneh, dia tidak melakukan pendekatan secara langsung tetapi lewat orang tuanya, dia bergaul dan bermain (memancing, ukulele) dengan orang tua Susan, dan ya! dia berhasil merebut hati mereka (hebat bener ni orang bisnis). lalu menikah dengan Susan. saat itu Buffet bekerja sebagai pialang saham, rumah mereka sederhana. bahkan, tetangganya tak percaya bahwa Buffet memiliki intuisi bisnis yang kuat karena dia hanya melihat seorang laki-laki pemalas yang tak pernah keluar rumah. memang benar. pialang saham hanya membutuhkan telepon dan kertas catatan dalam pekerjaannya.

Prinsip yang dia pegang hingga akhirnya menjadi seorang investor terbesar adalah kejujuran. pernah,neraca tahunan salah satu perusahaannya, yaitu Berkshire Hathaway mencatat angka pajak senilai 3 miliar dolar. angka yang sangat besar dan seharusnya masih bisa dimanipulasi. tapi dia tak melakukannya. "kalau untuk membantu rakyat, apa salahnya?" kata dia.

waktu dunia internet booming, dia tak terpengaruh "saya tak pernah memakai komputer untuk bekerja". di ruangannya tak ada komputer. segala urusan bisnis yang berhubungan dengan komputer dan internet hanya dikerjakan karyawannya. "pengetahuan komputer saya nol besar, bill gates membimbing saya dengan sabar selama 9 jam tentang dunia komputer dan internet, tapi saya tetap tak paham" kata Buffet sambil tertawa. tapi toh, dia tetap membeli saham Gates, dan pernah menyumbang 37juta dolar kepada perusahaan milik Gates.

gaji yang dia tetapkan untuk dirinya hanya 100 ribu dolar per tahun. padahal, pengusaha-pengusaha seperti dia menetapkan gaji standar bagi pemilik perusahaan sebesar 9-10juta dolar per tahun. Buffet tak pernah memiliki niat untuk pensiun. "karena ini adalah sesuatu yang saya sukai sejak kecil" katanya dengan bangga.

pesan moral dari penulis: uang memang bisa mengubah segalanya, tapi jangan sampai ia mengubah jati diri anda. duuuh.. moga2 ga cuma omong doang, masalahnya saya belum pernah punya uang banyak hasil kerja sendiri. hehehehe...

9 comments:

mamuelek said...

waw, that's inspiring me... kalo dapet ortunya, anaknya pun pasti dapet.. Patut dicoba, hehe..

Genoc da Boom said...

@mamuelek: ga tau musti ngomong apa. **culun mode set on**

andreas said...

ortunya ga dapet, deketin engkongnya...
dapat engkongnya dapat bonyoknya ama anaknya...
lebih lancar lagi tuh... =))

Genoc da Boom said...

@andreas: haha.. jangan2 malah kecantol ma engkongnya, bukan anaknya :D

j☻hanE§ Îwan g☺es tö,. said...

anaknya dapet orang tuanya ga dapet... sad:(

Yonatan Prasdikatama said...

wow, what amazing story :)

jadi sumber inspiratif.

thanks, jadi semangat lagi cari dollar di internet :)

warm regards,
Yonatan Prasdikatama
http://prasdikatama.com

Genoc da Boom said...

@johannes iwan: lho pengalaman pribadi kah?
@yonatan prasdikatama: ayo.. yo.. semangat!!

herinxi said...

"walk on your own way"
tapi kalo ada yang ngajakin naek becak kenapa nggak, hehe......
trims dah mampir ke angkringanku,
salam kenal,

Genoc da Boom said...

@herinxi: yup. sama2.. kpan2 lah ngajaknya bawa becak. hehe..

Post a Comment

thanks for adding comment. cheers...
-Geno-